PALEMBANG — Komunitas Mobile Journalist (Mojo) Kota Palembang, Sumatera Selatan, melatih ratusan tenaga kesehatan (nakes) dari berbagai fasilitas layanan kesehatan dalam teknik pembuatan dan pengeditan video edukatif.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kreativitas nakes dalam menyampaikan pesan kesehatan melalui media digital.
Ketua Komunitas Mojo Palembang, Aan Muzhar, mengatakan pelatihan yang digelar di Palembang pada Sabtu ini diinisiasi untuk mendorong tenaga kesehatan menyampaikan informasi dengan cara yang lebih menarik, ringkas, dan mudah dipahami masyarakat.
“Konten edukasi yang baik tidak harus mahal. Yang penting pesannya sampai dan mudah dicerna. Di sinilah pentingnya kreativitas dan pemahaman media digital,” ujarnya.
Kegiatan yang difasilitasi oleh BPJS Kesehatan ini membekali peserta dengan berbagai materi, mulai dari dasar komunikasi visual, penulisan naskah, teknik pengambilan gambar menarik, hingga proses editing menggunakan aplikasi yang mudah diakses.
Ratusan peserta yang berasal dari rumah sakit, puskesmas, dan klinik di berbagai daerah di Sumatera Selatan tampak antusias mengikuti pelatihan. Mereka juga diberi kesempatan praktik langsung membuat konten video pendek dan mengedit menggunakan aplikasi yang telah diperkenalkan.
Salah satu peserta, dr. Rika dari Puskesmas Ogan Ilir, mengaku pelatihan ini sangat membantunya. Ia menyampaikan bahwa selama ini pihaknya hanya menyebarkan informasi lewat brosur atau banner.
“Sekarang saya paham cara membuat video singkat yang lebih menarik untuk media sosial,” katanya.
BPJS Kesehatan Cabang Palembang mengapresiasi partisipasi aktif peserta dan berharap pelatihan ini dapat memperkuat komunikasi dan promosi kesehatan di setiap fasilitas layanan.
“Kami ingin mendorong transformasi digital dalam edukasi kesehatan agar lebih efektif menjangkau masyarakat,” ujar perwakilan panitia dari BPJS Kesehatan.
