PALU — Mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (UNTAD) menyoroti rendahnya kesadaran politik di kalangan pemuda pada umumnya. Banyak yang kurang memahami isu-isu politik, sehingga minim partisipasi dalam menyampaikan aspirasi.
Muhamad Hidayat, salah satu mahasiswa FISIP menyebut, kendala utama adalah minimnya pemahaman politik sejak usia dini.
“Politik itu penting, karena meyangkut banyak akses kehidupan,” tutur Hidayat, dalam Sore Ceria di RRI Pro 2 Palu, Senin, 9 Juni 2025.
Ketua Parlemen Mahasiswa FISIP-UNTAD ini juga menegaskan, pendidikan politik harus diintegrasikan sejak bangku sekolah dengan metode pengenalan yang baik. Dengan pemahaman yang memadai, kata Hidayata, mereka dapat menyampaikan aspirasi tanpa menyinggung pihak lain.
“Kurikulum Merdeka Belajar adalah peluang untuk meningkatkan pemahaman politik di kalangan muda,” ucapnya.
Dirinya optimistis, SDM Indonesia mampu memahaminya, namun edukasi yang masif dan terarah sangat diperlukan. Karena itu, kata Hidayat, media sosial dan platform digital dapat menjadi sarana yang efektif untuk menjangkau generasi muda.
Popularitas sejumlah tokoh yang aktif membahas politik di media sosial, juga menjadi fenomena yang menarik. Hal ini menunjukkan potensi besar media digital dalam menjembatani kesenjangan pemahaman politik.
Kombinasi antara pendidikan formal, edukasi melalui media digital, dan peran tokoh-tokoh publik yang kredibel, sangat penting untuk menciptakan generasi muda yang sadar akan pendidikan politik.
