SYDNEY — Pemerintah Australia mengingatkan masyarakat agar hati-hati bepergian ke Indonesia, khususnya, Bali. Melalui situs resmi Smartraveller, peringatan itu diungkapkan menyusul adanya sejumlah kematian di destinasi wisata popular.
Awalnya peringatan ini diterbitkan sejak 30 Mei 2025. Namun pada hari ini Kamis (12/06) peringatan tersebut masih ada.
“Kami telah meninjau saran kami untuk Indonesia dan terus menyarankan untuk berhati-hati,”dalam situs tersebut, dikutip dari siaran pers, Kamis, 12 Juni 2025.
“Warga Australia telah tenggelam di daerah pesisir, akibat laut yang ganas dan arus deras di pantai-pantai wisata populer termasuk di Bali. Banyak pantai yang tidak dijaga,”.
Selain itu pemerintah Aussie juga meminta masyarakatnya agar memahami ketentuan visa dan persyarataan masuk dan keluar.
Sebab Indonesia memiliki standar ketat untuk paspor yang rusak, seperti kerusakan akibat air, sobekan kecil atau sobekan pada halaman dapat dianggap rusak.
“Jika Anda bepergian ke Bali, baca saran ‘Yang boleh dan tidak boleh dilakukan’ dari Pemerintah Provinsi Bali untuk wisatawan asing sebelum Anda bepergian (Lihat ‘Hukum Setempat’). Perilaku ofensif yang gagal menghormati budaya, agama, tempat ibadah, dan upacara adat setempat dapat menyebabkan hukuman pidana dan/atau deportasi,”dalam pernyataan tersebut.
Terakhir dituliskan bahwa Indonesia minuman dapat dicampur dengan zat beracun, warga diminta waspada potensi risiko seputar minuman yang dicampur dengan zat beracun dan keracunan methanol melalui minuman berakohol.
“Jangan meninggalkan makanan atau minuman tanpa pengawasan. Kasus keracunan metanol dalam minuman sebelumnya telah dilaporkan di Indonesia, termasuk di Bali dan Lombok (lihat ‘Keselamatan’),.
Austalia Negara Paling Banyak ke RI Lewat Bandara Ngurah Rai
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat berdasarkan kebangsaan, kunjungan paling banyak dilakukan oleh wisman dari Malaysia 14,6%, Australia 12,9% dan Tiongkok 9,1% ke Indonesia.
“Bila dibandingkan Maret 2025,peningkatan wisman dari 3 kebangsaan. Namun, jika dibandingkan April 2024, kunjungan wisman dari Malaysia turun,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini dalam konferensi pers BPS, Senin, 2 Juni 2025.
Pintu masuk utama, kunjungan wisman paling banyak disebut melalui Bandara Ngurah Rai dari Australia yakni 136.615 kunjungan.
“Peningkatan wisawatan didorong libur paskah dan penambahan penerbangan dari Australia ke Bali.”
