LEMBATA — Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, mendorong transformasi pendidikan yang kontekstual dan berbasis lingkungan di kabupaten tersebut.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kanis Tuaq dalam sambutannya saat membuka Temu Pendidikan Nusantara (TPN) XII Daerah Lembata, Sabtu, 14 Juni 2025
Dilansir RRI, Kanisius Tuaq menekankan pentingnya pendidikan yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim dan membentuk generasi yang sadar ekologi.
Dalam kesempatan tersebut, Kanis Tuaq juga mengapresiasi atas kepercayaan Yayasan Guru Belajar yang menunjuk Kabupaten Lembata sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional ini.
Menurutnya, momen ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh semua pihak. Hal ini menjadi titik tolak untuk membangun sistem pendidikan yang relevan dengan kondisi global.
“Tema yang diangkat, Iklim Pendidikan dan Pendidikan Iklim, sangat relevan dengan kondisi saat ini. Kita tidak bisa bicara pendidikan tanpa memasukkan isu lingkungan sebagai bagian integral dari proses belajar,” ujarnya.
Bupati Kanis menyatakan, generasi muda harus mulai diajarkan prinsip ekologi berkelanjutan sejak dini. Pengetahuan tentang menjaga dan merawat bumi harus ditanamkan melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif.
Bupati Tuaq juga menyoroti peran penting guru sebagai agen perubahan dalam dunia pendidikan. Ia berharap para guru dapat merespons tantangan krisis iklim melalui proses belajar mengajar di ruang kelas maupun di lingkungan sekolah.
“Kiranya kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi, sinergi, dan kolaborasi antarpihak dalam membangun pendidikan masa depan yang semakin kontekstual dan peduli lingkungan,” ujarnya berharap.
Kegiatan TPN XII Daerah Lembata ini menjadi ruang refleksi sekaligus aksi nyata dalam menyongsong masa depan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
