YOGYAKARTA — Kabar yang telah dinantikan akhirnya tiba, Sangga Kerja Pengembaraan Desember Tradisional (PDT) ke-55 (Lustrum XI) Tahun 2026 secara resmi mempublikasikan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) kegiatan yang akan diselenggarakan dengan mengusung Rute Garis Imajiner.
Bukan jalur biasa, Rute Garis Imajiner merupakan sebuah jalur yang sarat akan nilai sejarah, budaya, dan filosofi khas Daerah Istimewa Yogyakarta.
Publikasi Juklak ini menjadi tonggak penting dalam rangkaian persiapan kegiatan, sekaligus memberikan gambaran kepada seluruh calon peserta mengenai pelaksanaan kegiatan yang akan berlangsung pada akhir tahun 2026 mendatang.
Mengangkat tema besar perjalanan yang memadukan semangat petualangan, pendidikan karakter, serta penghayatan terhadap nilai-nilai budaya lokal, PDT ke-55 hadir sebagai momentum istimewa.
Selain menandai perjalanan panjang kegiatan yang telah berlangsung selama lebih dari lima dekade, tahun ini juga menjadi perayaan Lustrum XI, simbol konsistensi dan dedikasi dalam menjaga tradisi pengembaraan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Pengembaraan tahun ini akan dilaksanakan selama 5 hari berturut-turut, yang akan digelar pada tanggal 17 – 21 Desember 2026. Pada tahun ini, giat pengembaraan dan giat prestasi dilaksanakan pada rangkaian terpisah.
Rute Garis Imajiner dipilih bukan tanpa alasan. Jalur yang merepresentasikan hubungan filosofis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta ini diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi para peserta.
Tidak hanya menjadi ajang pengujian ketahanan fisik dan mental, kegiatan ini juga mengajak peserta untuk memahami makna perjalanan melalui sudut pandang sejarah, budaya, dan kearifan lokal Yogyakarta.
Muhammad Novriza Bara Widanto, Dewan Kerja Cabang Kota Yogyakarta dalam keterangan tertulisnya menyebutkan bahwa dengan persiapan yang matang, PDT ke-55 (Lustrum XI) Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran, pengabdian, dan penguatan karakter yang bermakna bagi setiap peserta.
Ia menyampaikan terkait Juklak kegiatan dapat diunduh melalui tautan s.id/pdtkotajogja
“Saatnya menapaki jejak tradisi, menyusuri filosofi Garis Imajiner, dan menjadi bagian dari sejarah PDT yang terus hidup dari masa ke masa,” tegasnya. **
