Close Menu
    Ada *Cerita*

    Buka Workshop Filateli di Hari Bapak Pramuka Indonesia 2026, Asetda DIY : Prangko adalah Media Belajar

    13 April 2026

    Peringati Hari Bapak Pramuka Indonesia, PFI dan Kantor Pos DIY Gelar Workshop Filateli

    12 April 2026

    Pramuka Jatim Gagas Konversi Limbah Dapur MBG Jadi Biogas dan Pupuk Organik

    2 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Cerita Seru
    • Buka Workshop Filateli di Hari Bapak Pramuka Indonesia 2026, Asetda DIY : Prangko adalah Media Belajar
    • Peringati Hari Bapak Pramuka Indonesia, PFI dan Kantor Pos DIY Gelar Workshop Filateli
    • Pramuka Jatim Gagas Konversi Limbah Dapur MBG Jadi Biogas dan Pupuk Organik
    • Siapkan Kontingen Terbaik, Kwarcab Kota Yogyakarta Seleksi Calon Peserta Jamnas XII Tahun 2026
    • Kwarda Jatim Salurkan 100 Paket Bantuan untuk Korban Banjir dan Angin Puting Beliung Situbondo
    • Wagub Nyanyang Tinjau SMK Negeri 5 Batam, Dorong Kesiapan Lulusan Masuk Dunia Kerja
    • KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji
    • Pengembaraan Akhir Tahun Kwarcab Sleman ke-40 Dimeriahkan 656 Peserta
    • Merti Dusun di Baturetno Bantul, Momen Penting Masyarakat Nguri-uri Budaya
    • Ratusan Peserta Ikuti PDT ke-54 Tahun 2025, Siap Mengukir Prestasi
    Thursday, 16 April 2026
    Semua CeritaSemua Cerita
    • Home
    • Berita
      1. Nasional
      2. Internasional
      3. Ekonomi
      4. Politik
      5. Hukum
      6. View All

      Buka Workshop Filateli di Hari Bapak Pramuka Indonesia 2026, Asetda DIY : Prangko adalah Media Belajar

      13 April 2026

      Peringati Hari Bapak Pramuka Indonesia, PFI dan Kantor Pos DIY Gelar Workshop Filateli

      12 April 2026

      Siapkan Kontingen Terbaik, Kwarcab Kota Yogyakarta Seleksi Calon Peserta Jamnas XII Tahun 2026

      28 March 2026

      Pramuka Peduli Bantu Dapur Umum di Aceh Tamiang, Kwarnas Diminta Segera Bentuk Posko

      8 December 2025

      Presiden Singapura Memberikan Penghargaan kepada Ahmad Rusdi atas Jasanya untuk Pramuka

      14 November 2025

      Gubernur Jenderal Australia Sam Mostyn Sambut Presiden Prabowo dengan Upacara Kenegaraan

      12 November 2025

      Presiden Lula Puji Indonesia sebagai Penggerak Perdamaian dan Keadilan Internasional

      11 July 2025

      Trump Berlakukan Tarif ke RI 32% Mulai 1 Agustus 2025, Apa Dampaknya ke Pasar Modal?

      8 July 2025

      Menko Airlangga sebut Perekonomian Indonesia Masih “On the Track”

      3 July 2025

      Investor Asing Diam-diam Akumulasi Saham TLKM di Kala IHSG Lesu

      2 July 2025

      Musim Pulang Haji, Penjualan Oleh-Oleh Meningkat Tajam

      27 June 2025

      Rusia Meningkatkan Impor CPO dari Indonesia

      24 June 2025

      Mengenal Teori Politik Feminis dan Kontribusinya Mendorong Kebijakan Adil Gender

      27 June 2025

      Golkar Sulsel Dorong Konsolidasi dan Etika Politik Jelang Musda

      22 June 2025

      KPU Gelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di Sukabumi

      22 June 2025

      Pentingnya Pendidikan Politik bagi Generasi Muda

      13 June 2025

      KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji

      9 January 2026

      OTT di Sumut, KPK Ungkap Dua Kasus Sekaligus Terkait Proyek Pembangunan Jalan

      29 June 2025

      KPK Periksa Mantan Anggota DPRD Jatim MH

      26 June 2025

      KPK Periksa Khalid Basalamah Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji Khusus

      24 June 2025

      Buka Workshop Filateli di Hari Bapak Pramuka Indonesia 2026, Asetda DIY : Prangko adalah Media Belajar

      13 April 2026

      Peringati Hari Bapak Pramuka Indonesia, PFI dan Kantor Pos DIY Gelar Workshop Filateli

      12 April 2026

      Siapkan Kontingen Terbaik, Kwarcab Kota Yogyakarta Seleksi Calon Peserta Jamnas XII Tahun 2026

      28 March 2026

      KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji

      9 January 2026
    • Edukasi
    • Teknologi

      Realme GT 8 dan 8 Pro Bakal Rilis Akhir 2025: Nama Hampir Mirip Tapi Spesifikasi Beda Jauh?

      25 July 2025

      OPPO Reno14 Series Ramaikan Indonesia, Bawa Desain Iridescent Mermaid

      9 July 2025

      Windows 10 Akan Segera Pensiun: Microsoft Tawarkan Beragam Pilihan Keamanan dan Backup Data

      30 June 2025

      WhatsApp Luncurkan Fitur Ringkasan Pesan Bertenaga AI

      27 June 2025

      Kulkas Samsung Bespoke AI, dari Pendingin ke Pusat Kendali

      26 June 2025
    • Gaya Hidup
    • Opini
    • Lainnya
      • Cerita
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Sains
      • Video
    Semua CeritaSemua Cerita
    Opini 3 Mins Read

    Mahasiswa dan Krisis Opini di Era Banjir Informasi

    Nirmala14 June 202519 Views
    Share Facebook Twitter WhatsApp Copy Link Telegram
    Ilustrasi

    Di zaman ini, semua orang punya panggung. Cukup satu unggahan, ratusan hingga ribuan pasang mata bisa tertuju. Namun di balik keterbukaan itu, terselip krisis yang lebih dalam: bukan siapa yang berbicara, melainkan siapa yang benar-benar berpikir.

    Ketika opini berseliweran tanpa fondasi, mahasiswa yang seharusnya menjadi pemandu nalar publik, justru ikut terombang-ambing di dalamnya.

    Kita hidup di tengah era banjir informasi, ketika hoaks melesat lebih cepat dari klarifikasi, dan viralitas sering kali mengalahkan validitas. Dalam pusaran ini, mahasiswa justru tampak semakin jauh dari peran transformasionalnya.

    Mereka lebih sering tampil sebagai reaktif komentator ketimbang pembentuk opini yang reflektif. Apakah ini cerminan bahwa kampus tak lagi menjadi habitat subur bagi lahirnya pemikir independen?

    Realitasnya, mahasiswa kini lebih akrab dengan feed daripada jurnal. Menurut Datareportal (2024), Indonesia merupakan salah satu pengguna Instagram terbesar di dunia. Ini bukan sekadar statistik, ini alarm.

    Sebab di tengah arus konten yang deras, kemampuan menyaring kebenaran menjadi taruhannya. Lihat saja saat polemik #KawalKeputusanMK mencuat; opini publik terbelah hanya karena framing narasi digital.

    Sayangnya, alih-alih menjadi penyejuk dengan argumen, banyak mahasiswa justru terjebak menjadi buzzer tak resmi, mengutip tanpa membaca, membela tanpa memahami.

    Tentu, kita tak bisa semata menyalahkan mahasiswa. Ada struktur yang lemah di balik semua ini. Algoritma digital bekerja bukan untuk mencerdaskan, melainkan untuk mengikat atensi. Yang populer naik ke permukaan, yang bernas justru terkubur.

    Dalam studi “Nalar dan Spiritualitas di Era Digital”, ditemukan bahwa konten keagamaan yang viral kerap tanpa basis akademik yang kuat. Ini membuktikan bahwa engagement bukan indikator keilmuan. Maka, di sinilah pergulatan intelektual mahasiswa diuji: mampu tidak mereka berenang melawan arus dan berpihak pada yang valid, bukan yang viral?

    Sayangnya, kemampuan ini tak tumbuh dalam ruang hampa. Kita mesti bertanya: di mana peran kampus? Banyak institusi pendidikan tinggi masih terjebak pada ritus akademik formal tanpa menyentuh praktik literasi media digital.

    Mata kuliah berpikir kritis dan menulis opini masih sering jadi formalitas, bukan ruang pembentukan karakter intelektual. Sementara itu, media kampus banyak yang redup, tak punya daya hidup karena minim dukungan struktural.

    Ironis, kampus bicara digital literacy, tapi tak menyediakan laboratorium sosial tempat mahasiswa bisa mengasah nalar secara nyata.

    Menulis opini bukan sekadar mencurahkan isi hati. Ia adalah bentuk tanggung jawab intelektual. Ia butuh data, logika, dan kejujuran berpikir.

    Sayangnya, di era ini, ketiganya justru dianggap hambatan. Lebih mudah menulis cepat dan emosional, daripada menyusun argumen jernih dan bertanggung jawab.

    Padahal bila mahasiswa ingin mengambil peran dalam mencerdaskan bangsa, mereka harus berani menyuarakan yang benar, bukan sekadar menggema yang ramai.

    Apa yang bisa dilakukan? Banyak. Tapi kita bisa mulai dari yang mendasar: berpikir sebelum menulis, memverifikasi sebelum menyebar, dan menyaring sebelum mempercayai.

    Kampus juga harus berbenah, bukan cuma menyampaikan teori, tetapi menghadirkan ekosistem literasi publik yang aktif. Media kampus, diskusi terbuka, hingga klinik menulis opini harus dihidupkan kembali, bukan sekadar formalitas pelaporan kegiatan.

    Pada akhirnya, kebebasan berbicara tak berarti banyak jika tak disertai kebebasan berpikir. Di tengah dunia yang bising ini, mahasiswa harus memilih: mau jadi gema, atau menjadi suara yang sadar?

    __
    Oleh Nadiatul Adawiah
    Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Parepare
    Forum Lingkar Pena (FLP) Kota Parepare

    banjir informasi mahasiswa media sosial opini
    Previous ArticleRempang, Mimpi Hijau di Hukum Abu-abu
    Next Article Lenovo Luncurkan Yoga Pro 7i Aura Edition, Ini Spesifikasinya

    Cerita Terkait

    Menkomdigi: Mahasiswa Harus Jadi Punggawa AI, Bukan Penonton Disrupsi Teknologi

    29 June 20257 Views

    Diam karena Takut: Ketika Stigma Tutup Akses Rehabilitasi Narkoba

    26 June 202517 Views

    Sebuah Pilihan Sulit di Tengah Ekologi Sosial

    26 June 202514 Views
    Cerita Terkini

    Buka Workshop Filateli di Hari Bapak Pramuka Indonesia 2026, Asetda DIY : Prangko adalah Media Belajar

    13 April 20262 Views

    Peringati Hari Bapak Pramuka Indonesia, PFI dan Kantor Pos DIY Gelar Workshop Filateli

    12 April 202614 Views

    Pramuka Jatim Gagas Konversi Limbah Dapur MBG Jadi Biogas dan Pupuk Organik

    2 April 20263 Views

    Siapkan Kontingen Terbaik, Kwarcab Kota Yogyakarta Seleksi Calon Peserta Jamnas XII Tahun 2026

    28 March 20261 Views
    Don't Miss
    Internasional

    Presiden Singapura Memberikan Penghargaan kepada Ahmad Rusdi atas Jasanya untuk Pramuka

    SemuaCerita14 November 20250163 Views

    SINGAPURA — Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam memberikan International Service Award kepada Ahmad Rusdi di Istana…

    Sosialisasi Yayasan Pramuka Dunia, Kak Mangkubumi: Kita Perlu Belajar dari Mereka

    27 June 2025

    Mahasiswa S2 Kebidanan UNISA Yogyakarta Berdayakan Perempuan Atasi Unmet Need KB

    21 June 2025
    SemuaCerita.com

    Media asyik yang membagikan semua cerita di kehidupan nyata dan maya. Disajikan dalam bentuk sederhana namun penuh makna, berharap bisa menjadi inspirasi untuk semua, selengkapnya

    Kirim Ceritamu : redaksi@semuacerita.com

    Informasi
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Kebijakan Privasi
    Ruang Cerita
    • Cerita Seru
    • Ragam Cerita
    • Video berCerita
    © 2026 SemuaCerita. by Me

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.