Skandinavia dinobatkan sebagai negara yang selalu cerah dan bahagia. Negara-negara yang meliputi Norwegia, Swedia, Denmark, dan Finlandia didapati memiliki penduduk yang jarang mengalami stress berat.
Masyarakat Skandinavia memiliki gaya hidup seimbang yang bernama Lagom. Mereka memaknai hidup penuh dengan kesadaran, sehingga mereka jarang sekali terjerembab stress, atau permsalahan hidup yang membikin pusing kepala. Lalu apa itu Lagom?
Lagom bisa dikata sebagai filosofi hidup khas orang skandinavia yang berarti “tidak perlu banyak, tidak perlu sedikit, secukupnuya saja”. Gaya hidup itu seperti gaya hidup orang jawa yang sering kali kita kenali. Adalah Sak Madyone (baca: Secukupnya saja).
Konsep lagom sebagaimana dipahami oleh masyarakat Skandinavia, mengajarkan untuk menjemput keseimbangan dalam aspek kehidupan mulai dari cara bekerja, mengatur rumah hingga mengatur pola makan untuk kehidupan lebih baik.
Bukan hanya itu, berinteraksi dengan orang lain pun diatur dengan sebagaimana mesitnya, agar tak timbul pelik-pelik ketika berkomunikasi. Begini sari pati gaya hidup Lagom;
1. Jangan Berlebihan
Memberikan batasan untuk secukupnya memberi ruang bagi manusia untuk menikmati sejenak apa yang telah dilakukan. Perasaan stress tak berujung muncul ketika seseorang tak menyediakan waktu rehat untuk menikmat sejenak setiap proses.
‘Waktu adalah uang’, ‘banyak pasti menang’, sedikit pasti kalah’. Narasi itu kerap muncul memacu manusia berlagak bukan lagi mengendalikan dirinya sendiri, akan tetapi dikendalikan oleh ekspektasi yang liyan.
Prinsip lagom menawarkan jalan yang berbeda. Prinsip itu justru menekankan kebahagian muncul saat kita tahu kapan harus berhenti mengejak sesuatu.
Orang Skandinavia bekerja secukupnya, menikmati waktu luang dan menempatkan materi bukan sebagai tolak ukur kebahagiaan. Syahdan, mereka pun hidup dengan tenang secara mental dan terhindar dari burnout.
2. Memilih Rumah Minimalis
Prinsip ini diterpakan dalam memilih gaya hidup minimalis. Orang-orang skandinavia tak suka membeli barang muluk-muluk. Mereka memilih rumah yang sederhana, fungsional, dan tak dipenuhi barang yang tidak perlu.
Mengurangi barang tak perlu dibutuhkan guna membikin rumah lebih rapi, namun berimbas kepada kesehatan mental dan meningkatkan kenyamanan.
3. Makanan Sederhana Bukan Mewah
Dalam hal makanan, orang Skandinavia dikenal dengan selalu menyelipkan menu alami, organik dan tak diolah secara berlebiha. Mereka fokus pada kualitas bukan kemewahan dalam makanan.
Di saat mencecap setiap ceruk makanan, mereka acap kali menikmati setiap suapan, alhasi tubuh dan pikiran lebih terhubung. Kebiasaan ini mengurangi risiko gangguan pencernaak, ataupun stress karena makan sambil terburu-buru.
4. Jujur Adalah Kunci, Hormatilah Orang lain
Orang-orang Skandinavia tak suka bermain muka. Berlagak kaya meskipun tertatih-tatih, ia jauhi untuk hidup yang lebih jujur. Jujur terhadap diri sendiri dan orang lain.
Di lingkungan kerja, prinsip ini bisa dikata harmonis dan bebas drama. Apabila terjadi letupan ataupun konflik horizontal, mereka selalu membuka dialog, bukan debat kusir yang membikin situasi semakin parah. Alhasil, hubungan kerja nan suportif dan pastinya profuktif.
Filosofi Lagom menyuguhkan aras hidup sederhana agar hidup lebih bahagia. Pahamilah dirimu dan tenangkanlah pikirmu. Syukuri apa yang ada dan jangan berlebihan untuk mengejak sesuatu.
Tanpa disadari, prinsip itu memperkuat ketenangan mental dan fisik. Syahdan kondisi itu membawa harmoni dalam hubungan interpersonal. Bila, kamu ingin mendekap hidap lebih seimbang, bebas stress dan merasa cukup dalam pelbagai hal, mulailah dari perubahan kecil ala prinsip Lagom.
